Loading...
Friday, 11 January 2013

Analisis Novel Salah Asuhan

Analisis Novel Salah Asuhan

Pasti Kesini Mau Nyari Tugaskan ? aahaha Ini Saya Udah Sediain Apa Yang Kamu Butuh Sekarang, Yaitu Analisis Novel Salah Asuhan. Sebelumnya Kamu Baca Dulu Pengertian Novel Yah Sebelum Ke Analisisnya ^_^.


PENGERTIAN NOVEL
Kata novel berasal dari bahasa Itali novella yang secara harfiah berarti „sebuah barang baru yang kecil‟, dan kemudian diartikan sebagai „cerita pendek dalam bentuk prosa‟. (Abrams dalam Nurgiyantoro, 2005: 9). Dalam bahasa Latin kata novel berasal novellus yang diturunkan pula dari kata noveis yang berarti baru. Dikatakan baru karena dibandingkan dengan jenis-jenis lain.



Analisis Unsur Intrinsik "Salah Asuhan"
Karya : Abdul Muis
  • Tema
Adapun tema yang terkandung dalamnovel Salah Asuhan adalah perbedaan adatsistiadat.

  • Alur
Alur yang digunakan dalam novel SalahAsuhan adalah alur maju karna pengarangmenceritakan kisahnya kemasa selanjutnya.

  • Pusat Pengisahan /Sudut Pandang
Dalam novel Salah Asuhan , pengarangbertindak sebagai orang ketiga yaitumenceritakan kehidupan tokoh -tokoh padanovel.

  • Latar /setting
Latar atau tempat terjadinya yaitu :
Ø Lapangan tennis .

“Tempat bermain tennis , yang dilindungi olehpohon- pohon kelepa disekitarnya, masihsunyi” (hal .1 , paragraf 1 )
Ø Minangkabau
“Sesungguhnya ibunya orang kampung, danselamanya tinggal di kampung saja, tapisebabkasihan kepada anak , ditinggalkannyalahrumah gedang di Koto Anau, dan tinggallah iabersma-sama dengan Hanafi diSolok.” ( halaman 23, paragraf 3 )
“Maka tiadalah ia segan -segan mengeluarkan uangbuat mengisi rumah sewaan di Solok itu secarayang dikehendaki oleh anaknya .” (halaman 23,paragraf 4 )
Ø Betawi
“Dari kecil Hanafi sudah di sekolahkan diBetawi ”(hal. 23, paragraph 1 )
“Sekarang kita ambil jalan Gunung Sari, JembatanMerah Jakarta, Corrie!” (halaman 103 , Paragraf2)
Ø Semarang
“Pada keesokan harinya Hanafi sudah dating pulake rumah tumpangan itu , dan bukan buatansedih hatinya, demikian mendengar bahwaCorrie sudah berangkat . Seketika itu ia berkatahendak menurutkan ke Semarang .” (halaman186 , paragraf 1 )
Ø Surabaya
“Di Surabaya mereka menumpang semalam di suatupension kecil, mengaku nama Tuan dan NonaHan.” ( halaman 144 , paragraf 1 )

  • Tokoh
a) Hanafi , wataknya keras kepala , kasar
Ø keras kapala

“Memang … .kasihan! Ah ibuku …aku pengecut tapihidupku kosong…habis cita-cita baik…enyah !. ”Halaman 259 , paragraf 8 )
Ø kasar
“ Hai Buyung! Antarkan anak itu dahulukebelakang!” kata Hanafi dengan suara bengisdari jauh .” ( halaman 80, paragraf 2 )
b) Corrie , wataknya baik , mudah bergaul
Ø baik

“O , sigaret tante boleh habiskan satu dos . Sudahtentu enak , ayoh coba!” (halaman 164 , paragraf

Ø mudah bergaul

“Oh , ruangan di jantung tuan Hanafi amat luas, ”kata Corrie sambil tertawa, “buat dua tugaorang perempuan saja masih berlapang -lapang .” (halaman 7, paragraf 2 )
c) Rapiah , wataknya sabar, baik
Ø sabar

“Rapiah tunduk, tidak menyahut , airmatanya sajaberhamburan. Syafei , dalam dukungan ibunyayang tadinya menangis keras, lalu menggantitangisnya dengan beriba -iba . Seakan-akantahulah anak kecil itu, bahwa ibunya yang tdakberdaya, sedang menempuh azab dunia danmenanggung aib di muka -mukaorang.” ( halaman 83, paragraf 4 )
Ø baik
“Apakah ayahmu orang baik ? Uah sungguh -sungguh orang baik . Kata ibuku tidak adalahorang yang sebaik ayahku itu. ” (halaman 238 ,paragraf 5 )
d) Ibu Hanafi , wataknya sabar dan baik
Ø sabar

“Astagfirullah , Hanafi ! Turutilah ibumumengucap menyebut nama Allah bagimu dantidak akan bertutur lagi dengan sejauh itutersesatnya” ( halaman 85, paragraf 4 )
Ø baik
“Sekarang sudah setengah tujuh, sudah jauhterlampau waktu berbuka , Piah ! Sebaik- baiknyahendaklah engkau pergi makandahulu .” ( halaman 119 , paragraf 4)
e) Tuan Du Busse , wataknya tegas
“Tapi Corrie mesti bersekolah yang sepatut-patutnya” (halaman 10 , paragraf 5)
f) Si Buyung, wataknya penurut
“Kau kugaji buat kesenanganku dan bukan buatbermalas-malas . Hamba disuruh kejalan. Diam !Bawa anak itu ke belakang. Angkat teh kedapurl alu menceritakan apa yangdiperintahkan kepadanya. Oleh karena gulahabis’ terpaksalah ia disuruh ke toko yang tidakberapa jauh letaknya dari rumah. ” (halaman 80,paragraf 2 )
g) Syafei , wataknya berani
“Itulah yang kusukai , bu . Sekian musuh nantikusembelih dengan pedangku. ” (halaman 196 ,paragraf 8 )

  • Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalan novel
Salah Asuhan ini cukup sulit untuk diartikan.
Karna novel ini adalah novel lama dan dilamnya
juga terdapat bahasa Belanda . Pada novel ini
juga terdapat :
a) Peribahasa

“saat ini , air mukamu jerni , keningmu licin,bolehkah ibu menuturkan niatku itu, supayatidak menjadi duri dalam daging ” (halaman 25,paragraf 3 )
b) Majas perbandingan ( perumpamaan)
“Sesungguhnya tiadalah berdusta apabila iaberkata sakit kepala , karna sebenarnyalahkepalanya bagai dipalu ” ( halaman 47, paragraf2)

  • Amanat
Adapun amanat yang terkandung dalam
novel Salah Asuhan adalah :
Ø Janganlah melupakan adat istiadat negeri

sendiri , jikalau ada adat istiadat dari bangsalain, boleh saja kita menerima tapi harus pandaimemilih, yaitu pilihlah adat yang layak dan baikkita terima di negeri kita.
Ø Jangan memaksakan suatu pernikahan yang
tidak pernah diinginkan oleh pengantintersebut, karena akhirnya akan saling menyiksakeduanya.
8. Diksi
Pemilihan kata pada novel Salah Asuhan inicukup sulit untuk dimengerti karena banyakterdapat bahasa Belanda.

  • Analisis Unsur Ekstrinsik
1. Latar belakang penciptaan karya sastra
Berasal dari luar diri pengarang , karena padanovel ini pengarang hanya sebagai sudutpandang orang ketiga .
2. Sejarah dan latar belakang pengarang
Abdoel Moeis ( lahir di Sungai Puar, Bukittinggi ,Sumatera Barat, 3 Juli 1883 – wafat di Bandung,Jawa Barat, 17 Juni 1959 pada umur 75 tahun)adalah seorang sastrawan dan wartawanIndonesia . Pendidikan terakhirnya adalah diStovia ( sekolah kedokteran, sekarang FakultasKedokteran Universitas Indonesia) , Jakarta akantetapi tidak tamat . Ia juga pernah menjadianggota Volksraad yang didirikan pada tahun1916 oleh pemerintah penjajahan Belanda .
3. Kondisi masyarakat saat karya sastra
diciptakan .

Pengarang menciptakan novel ini karenaberdasarkan kehidupan sosial masyarakat padamasa itu yang menceritakan seseorang yangmelupakan adat istiadatnya.

Semoga Artikel Ini Membantu Sobat Untuk Menyelesaikan Tugasnya ^_^9 

6 comments:

  1. wah panjang amat.. ntar sy baca di rumah deh.. [lagi di warnet]

    ReplyDelete
  2. waaahhhh tau aja kalau lg ada tugas. hahahaha
    terima kasih atas informasinya...

    ReplyDelete

 
TOP