TNT4all: Indonesia
News Update
Loading...
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, 6 September 2016

Macam-macam Puisi Baru dan Contohnya


Balada
Puisi atau sajak yang berbentuk cerita.

Distikon
Puisi yg setiap baitnya terdiri atas dua baris, biasanya berima akhir.

Elegi
Syair atau nyanyian yg mengandung ratapan dan ungkapan dukacita (khususnya pada peristiwa kematian).

Himne
Nyanyian pujaan untuk  Tuhan Yang Maha Kuasa. Himne disebut juga sajak ketuhanan. Namun juga bisa untuk pujian terhadap pahlawan, tanah air, dan sebagainya.

Quartrain
Sajak yang terdiri atas empat dalam satu bait.

Ode
Sajak yang berisikan tentang puji-pujian kepada seseorang, bangsa, atau kepada sesuatu yang dianggap mulia.

Oktav
Sajak yang terdiri atas delapan larik dalam satu bait. Oktav juga biasa disebut Stanza.

Quinted
Sajak yang terdiri atas lima larik dalam satu bait.

Religi
Sajak yang berisi tentang adanya kepercayaan kepada Tuhan.

Romansa
Sajak atau puisi yang berisikan cerita tentang cinta kasih, baik cinta kasih kepada lain jenis kelamin, kepada bangsa dan negara, kedamaian, dan sebagainya.

Satire
sajak atau puisi yang isinya sindiran mengancam, mengejek secara kasar terhadap kepincangan sosial atau ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat.

Sektet
Sajak yang terdiri atas enam larik dalam satu bait.

Septima
Sajak yang terdiri atas tujuh larik dalam satu bait.

Soneta
Sajak yg terdiri atas empat bait biasanya 2 bait pertama masing-masing terdiri atas 4 baris dan 2 bait terakhir masing-masing terdiri atas 3 baris. Intinya soneta yang asli terdiri atas 14 baris, namun yang ada diIndonesia terkadang jumlah barisnya lebih dari 14 baris. Tambahan baris tersebut dinamakan koda atau ekor soneta.

Terzina
Sajak yg terdiri atas tiga baris seuntai dng bagan rima a-b-a, b-c-b, c-d-c, d-c-d.



1. Contoh Balada :

Balada Terbunuhnya Atmo Karpo

Karya: W.S. Rendra

Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut menunggang perampok yang diburu
Surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang

Segenap warga desa mengepung hutan itu
Dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo
Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang
Berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri

Satu demi satu yang maju terhadap darahnya
Penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka.

Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal!
Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa.
Majulah Joko Pandan! Di mana ia?
Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa.

Anak panah empat arah dan musuh tiga silang
Atmo Karpo tegak, luka tujuh liang.

Joko Pandan! Di mana ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.

Bedah perutnya atapi masih setan ia
Menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala

Joko Pandan! Di manakah ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.

Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan
Segala menyibak bagi reapnya kuda hitam
Ridla dada bagi derinya dendam yang tiba.
Pada langkah pertama keduanya sama baja.
Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo
Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka.

Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka
Pesta abulan, sorak sorai, anggur darah

Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
Ia telah membunuh bapaknya.


2. Contoh Distikon :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)


3. Contoh Eligi :
Senja Di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)


4. Contoh Himne :
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)


5. Contoh Quatrain :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)


6. Contoh Ode :
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa

Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)


7. Contoh Oktav :
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)


8. Contoh Quintet :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)


9. Contoh Religi :
Contoh puisi ini mirip dengan Eligi..

10. Contoh Romansa :
Anakku
Ya, kekasihku……
Engkau datang mengintai hidup,
Engkau datang menunjukkan muka,
Tetapi sekejap matamu kau tutup,
Melihat terang ananda tak suka.
Mulut kecil tiada kau buka,
Tangis teriakmu tak diperdengarkan,
Alamat hidup wartakan suka,
Kau diam anakku, kami kau tinggalkan.
Sedikitpun matamu tak mengerling,
memandang ibumu sakit berguling,
Air matamu tak bercucuran.
Kau diam, diam kekasihku,
Tak kau katakan barang pesanan,
Akan menghibur duka di dadaku,
Kekasihku, anakku, mengapa diam?
(JE. Tatengkeng)


11. Contoh Satire :
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.

(W.S. Rendra)


12. Contoh Sektet :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)


13. Contoh Septima :
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Muhammad Yamin)


14. Contoh Soneta :
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)


15. Contoh Terzina :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
(Dari :  Madah Kelana)
(Karya : Sanusi Pane)



Kumpulan puisi karya chairil anwar terlengkap

contoh puisi baru balada, contoh puisi baru ode, contoh puisi modern, contoh puisi lama, contoh puisi, chairil anwar, contoh puisi sahabat, puisi persahabatan, puisi sahabat

Friday, 18 January 2013

Macam macam Pantun dan Contohnya

Macam macam Pantun dan Contohnya
Artikel : Macam-macam Pantun  dan Contohnya
Pelajaran : Bahasa Indonesia

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari katapatuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.


Dan Pantun Itu Terdiri Atas 8 Macam Pantun Yang Saya Tau, Sebagai Berikut :


1. Pantun Nasihat
2. Pantun Muda
3. Pantun Jenaka
4. Pantun Teka-Teki
5. Pantun Agama
6. Pantun Adat
7. Pantun Dagang
8. Pantun Anak


  • Peran Pantun
Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.

Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.


  • Struktur Pantun
Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan.

Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun di bawah ini:
Air dalam bertambah dalamHujan di hulu belum lagi teduhHati dendam bertambah dendamDendam dahulu belum lagi sembuh
Beberapa sarjana Eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi lama lainnya. Misalnya satu larik pantun biasanya terdiri atas 4-6 kata dan 8-12 suku kata. Namun aturan ini tak selalu berlaku.

Sekian dari saya semoga dari artikel Macam-Macam Pantun dan Contohnya ini membantu tugas anda ...

5 Contoh Pantun Anak-Anak

5 Contoh Pantun Anak-Anak
macam macam pantun dan contohnya
Macam - Macam Pantun dan Contohnya

Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Anak-Anak.

1. Pergi ke Aceh membawa gitar
   Singgah ke Medan membeli ulos
   Jika ingin jadi anak pintar
   Rajin belajar jangan suka bolos


2. Ada sisir monyet berkaca
   Ada kuda mirip keledai
   Rajin menulis rajin membaca
   Itu pertanda anak yang pandai


3. Tanam padi di tengah sawah
   Sawah subur selalu basah
   Pagi hari pergi sekolah
   Sore hari ke madrasah


4. Saya ingin makan tomat
   tomat dimakan kaya manfaat
   Saya ingin mencari sahabat
   agar hidup punya manfaat


5. Pergi kekali seorang diri
   Bersihkan diri sambil berenang
   Jika kamu mampu mandiri
   Mama pasti merasa senang
Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D...


Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun anak-anak dan contohnya, 5 contoh pantun anak-anak

5 Contoh Pantun Dagang

5 Contoh Pantun Dagang
macam macam pantun dan contohnya
Macam - Macam Pantun dan Contohnya

Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Dagang.

1. Tudung saji hanyut terapung
hanyut terapung di air sungai
Niat hati hendak pulang kampung
apa daya tangan tak sampai


2. Dari malakake negri pahang
sindah di kendal beli kuini
Saya ini dagang menumpang
mengharap belas oranng disini


3. Pukul gendang kulit biawak
Sedikit tidak berdentum lagi
Hendak kemana untung ku bawa
Sedikitpun tidak beruntung lagi


4. Gedang-gedang kay di rimba
Sikeduduk degung berdegung
Kadang-kadang hatiku iba
setiap saat duduk termenung


5. Berlari-lari ke kayu sepat
disana tempat sarang belalang
berlari-lari mencari obat
obat dapat nyawa tlah hilang

Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D...


Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dagang dan contohnya, 5 contoh pantun dagang

5 Contoh Pantun Adat

5 Contoh Pantun Adat
macam macam pantun dan contohnya
Macam - Macam Pantun dan Contohnya

Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Adat.

1. Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi Sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah


2. Ikan berenang didalam lubuk
Ikan belida dadanya panjang
Adat pinang pulang ke tampuk
Adat sirih pulang ke gagang


3. Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka


4. Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang dibuku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh


5. Pohon nangka berbuah lebat
Bilalah masak harum juga
Berumpun pusaka berupa adat
Daerah berluhak alam beraja

Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D...


Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun adat dan contohnya, 5 contoh pantun adat

5 Contoh Pantun Agama

5 Contoh Pantun Agama
macam macam pantun dan contohnya
Macam - Macam Pantun dan Contohnya

Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Agama.

1. Banyak bulan perkara bulan
   Tidak semulia bulan puasa
   Banyak tuhan perkara tuhan
   Tidak semulia Tuhan Yang Esa


2. Daun terap diatas dulang
   Anak udang mati dituba
   Dalam kitab ada terlarang
   Yang haram jangan dicoba


3. Bunga kenanga diatas kubur
   Pucuk sari pandan Jawa
   Apa guna sombong dan takabur
   Rusak hati badan binasa


4. Asam kandis asam gelugur
   Ketiga asam si riang-riang
   Menangis mayat dipintu kubur
   Teringat badan tidak sembahyang


5. Boleh di perah ambil patihnya
   Dalam kancah tarulah bantal
   Boleh berserah kehendak hati-Nya
   Kepada Tuhan tempat tawagal

Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D...

Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun agama dan contohnya, 5 contoh pantun agama

5 Contoh Pantun Teka-Teki

5 Contoh Pantun Teka-Teki
macam macam pantun dan contohnya
Macam - Macam Pantun dan Contohnya

Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Teka-teki.

1. Kalau tuan bawa keladi
   Bawakan juga si pucuk rebung
   Kalau tuan bijak bestari
   Binatang apa tanduk dihidung ?


2. Beras ladang sulung tahun
   Malam malam memasak nasi
   Dalam batang ada daun
   Dalam daun ada isi


3. Terendak bentan lalu dibeli
   Untuk pakaian saya turun kesawah
   Kalaulah tuan bijak bestari
   Apa binatang kepala dibawah ?


4. Kalau tuan muda teruna
   Pakai seluar dengan gayanya
   Kalau tuan bijak laksana
   Biji diluar apa buahnya


5. Tugal padi jangan bertangguh
   Kunyit kebun siapa galinya
   Kalau tuan cerdik sungguh
   Langit tergantung mana talinya ?
( Sumber Wikipedia )

Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D...


Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun teka-teki dan contohnya, 5 contoh pantun teka-teki

5 Contoh Pantun Jenaka

5 Contoh Pantun Jenaka
macam macam pantun dan contohnya
Macam - Macam Pantun dan Contohnya

Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Jenaka.

1. Kupu-kupu terbang melintang
   Hinggap menghisap bunga layu
   Mati di rumah menaruh bintang
   Melihat ikan memajat kayu


2. Dimana kuang hendak bertelur
   Diatas lata dirongga batu
   Dimana tuan hendak tidur
   Diatas dada dirongga susu


3. Elok berjalan kota tua
   Kiri kanan berbatang sepat
   Elok berbini orang tua
   Perut kenyang ajaran dapat


4. Sakit kaki ditikam jeruju
   Jeruju ada didalam paya
   Sakit hati memandang susu
   Susu ada dalam kebaya


5. Naik kebukit membeli lada
   Lada sebiji dibelah tujuh
   Apanya sakit berbini janda
   Anak tiri boleh disuruh

Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D...

Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun jenaka dan contohnya, 5 contoh pantun jenaka

5 Contoh Pantun Muda

5 Contoh Pantun Muda
pantun muda
Macam - Macam Pantun dan Contohnya


Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Muda.

1. Walaupun enak makan dengan bakwan
   Lebih enak makan dengan tahu
   Walaupun enak jalan dengan teman
   Lebih enak jalan dengan kamu


2. Manis manis sekepal gula
   Lebih manis sesendok madu
   Manis manis senyum si janda
   Lebih manis senyum bibirmu


3. Dari Natal pergi ke Tiku
   Di Airbangis singgah dahulu
   Kalau adik ragu hatiku
   Boleh abang cari yang baru


4. Ayam boleh, ikan pun boleh
   Yang penting ada nasinya
   Hitam boleh, Putih pun boleh
   Yang penting baik hatinya


5. Hari ini tidak punya henpon
   Kampungan tampaknya
   Kalau sehari tidak ditelepon
   Kelimpungan rasanya

Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D...


Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun muda dan contohnya, 5 contoh pantun muda

5 Contoh Pantun Nasihat

5 Contoh Pantun Nasihat
Pantun Nasihat
Macam - Macam Pantun dan Contohnya

Kamu Kepostingan Ini Pasti Habis Baca Artikel Tentang Macam-macam Pantun dan Contohnya Yahh ? ahahah,, Nah Disini Saya Memberi Tahu Tentang 5 Contoh Pantun Nasihat.

1. Banyak sayur dijual di pasar
   Banyak juga menjual ikan
   Kalau kamu sudah lapar
   cepat cepatlah pergi makan


2. Kalau harimau sedang mengaum
   Bunyinya sangat berirama
   Kalau ada ulangan umum
   Marilah kita belajar bersama


3. Hati-hati menyeberang
   Jangan sampai titian patah
   Hati-hati di rantau orang
   Jangan sampai berbuat salah


4. Manis jangan lekas ditelan
   Pahit jangan lekas dimuntahkan
   Mati semut karena manisan
   Manis itu bahaya makanan.


5. Buah berangan dari Jawa
   Kain terjemur disampaian
   Jangan diri dapat kecewa
   Lihat contoh kiri dan kanan

Semoga Pantun-pantun ini membantu anda untuk mengerjakan tugas anda :D....

Keyword : macam-macam pantun, macam-macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun dan contohnya, 5 macam pantun nasihat dan contohnya, 5 contoh pantun nasihat

Tuesday, 15 January 2013

Macam-Macam Puisi dan Contohnya

Macam-Macam Puisi dan Contohnya

Macam Macam Puisi dan Contohnya


Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.

Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dariprosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru

Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.

Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut. 


Dan Puisi Itu DiBagi Menjadi 3 Jenis Puisi Yaitu Sebagai Berikut Dengan Contohnya Masing-masing Jenis Puisi:


Terima Kasih Untuk Kunjungan Teman-teman Semua Semoga Dari Postingan Ini Kamu Bisa Menyelesaikan Tugas atau Menambah Pengetahuan Kamu Tentang Macam-macam Puisi dan Contohnya

3 Macam Puisi Kontemporer dan Contohnya

3 Macam Puisi Kontemporer dan Contohnya
Macam-Macam Puisi Kontemporer dan Contohnya

Sekarang Saya Akan Memberitahu Tentang 3 Macam Puisi Kontemporer dan Contohnya , Sebelumnya Kamu Harus Tahu Tentang Puisi Kontemporer.

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi. 
( Sumber )



  • Puisi Konteporer Dibagi 3 Bagian Yaitu :

1. Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:
Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu
Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri
Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.

  • Contoh:

Shang Hai ping di atas pong pong di atas ping ping ping bilang pong pong pong bilang ping mau pong? bilang ping mau mau bilang pong mau ping? bilang pong mau mau bilang ping ya pong ya ping ya ping ya pong tak ya pong tak ya ping ya tak ping ya tak pong sembilu jarak Mu merancap nyaring
(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)


2. Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama "Puisi Mbeling". Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah:

Mengutamakan unsur kelakar;
pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

  • Contoh:

Sajak Sikat Gigi Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur Di dalam tidur ia bermimpi Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka Ketika ia bangun pagi hari Sikat giginya tinggal sepotong Sepotong yang hilang itu agaknya Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali Dan ia berpendapat bahwa,
kejadian itu terlalu berlebih-lebihan
(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)


3. Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.

  • Contoh:

Doktorandus Tikus I selusin toga me nga nga seratus tikus berkampus diatasnya dosen dijerat profesor diracun kucing kawin dan bunting dengan predikat sangat memuaskan
(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)

Yahhh Hanya Segini Aja Yang Saya Tahu, Tentang 3 Macam Puisi Kontemporer dan Contohnya , Kalau Kamu Mau Tambah Lagi Tinggal Komen Aja.

5 Macam Puisi Baru dan Contohnya

5 Macam Puisi Baru dan Contohnya

Macam-Macam Puisi Baru dan Contohnya


Sekarang Saya Akan Memberitahu Tentang 5 Macam Puisi Baru dan Contohnya. Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

  • Ciri-ciri Puisi Baru:
  1. Bentuknya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
( Sumber )

1. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.

  • Contoh:

Generasi Sekarang Di atas puncak gunung fantasi Berdiri aku, dan dari sana Mandang ke bawah, ke tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru Pantun keindahan IndonesiaYang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)

2. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.

  • Contoh:

Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)

3. Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.

  • Contoh:

Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)

4. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)

  • Contoh:

Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon, yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(WS Rendra)


5. Soneta adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

  • Contoh:

Gembala Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a ) Melihat anak berelagu dendang ( b ) Seorang saja di tengah padang ( b ) Tiada berbaju buka kepala ( a ) Beginilah nasib anak gembala ( a ) Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b ) Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b ) Pulang ke rumah di senja kala ( a ) Jauh sedikit sesayup sampai ( a ) Terdengar olehku bunyi serunai ( a ) Melagukan alam nan molek permai ( a ) Wahai gembala di segara hijau ( c ) Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c ) Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)

Yahhh Hanya Segitu Saja Yang Bisa Saya Sampaikan Semoga Artikel 5 Macam Puisi Baru dan Contohnya ini Dapat Membantu Tugas Kamu.

Sunday, 13 January 2013

7 Macam Puisi Lama dan Contohnya

7 Macam Puisi Lama dan Contohnya

Macam-Macam Puisi Lama dan Contohnya
Hallo Friend Sekarang Saya Akan Memberitahu Tentang Pelajaran Bahasa Indonesia Yaitu 7 Macam Puisi Lama dan Contohnya. Sebelum Ke Contohnya Kamu Harus Tau Aturannya.

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait
  • Persajakan (rima)
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Irama
Ciri puisi lama:
  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Kan Di Dalam Puisi Itu Di Bagi Menjadi 3 Bagian Yaitu Puisi Lama, Baru dan Konteporer, Nah Di Dalam Puisi Lama Ini Ada 7 Macam Puisi Lama Yaitu :


1. Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

  • Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

2. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.

  • Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati

3. Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.

  • Contoh:
Dahulu parang sekarang besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a)


4. Seloka adalah pantun berkait.

  • Contoh:
Lurus jalan ke Payakumbuh, Kayu jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh, Ibu mati bapak berjalan


5. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.

  • Contoh:
Kurang pikir kurang siasat (a)Tentu dirimu akan tersesat (a)Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)Bagai rumah tiada bertiang (b)Jika suami tiada berhati lurus (c)Istri pun kelak menjadi kurus (c)

6. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
  • Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a) Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)


7. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

  • Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan Yu beli belanak pun beli sampiran Ikan panjang beli dahulu Kalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari isi Induk semang cari dahulu

Selamat Membaca dan Selamat Mengerjakan Tugasnya, Semoga Artikel Ini Bermanfaat Bagi Anda Yang Membutuhkan ^_^ 

Saturday, 29 December 2012

5 Contoh Peribahasa dan Artinya

5 Contoh Peribahasa dan Artinya peribahasa
5 Contoh Peribahasa dan Artinya:

Materi Bahasa dan Sastra Indonesia Tentang Pribahasa

peribahasa ialah susunan kata yang pendek dengan makna yang luas, mengandungi kebenaran, sedap didengar dan bijak perkataannya. (wikipedia)

Contoh :

(peribahasa)=(arti peribahasanya)

1.ada gula ada semut=Dimana banyak kesenangan disitulah banyak orang datang

2.ada rotan ada duri=kesenangan tentu ada kesusahan

3.ada ubi ada talas,ada budi ada balas=kejahatan dibalas dengan kejahatan,kebikkan dibalas dengan kebaikkan

4.air pun ada pasang surutnya=senang dan susah selalu silih berganti

5.bagai di sayap dengan sembilu=rasa hati yang sangat pedih


Maaf Bila Ada Yang Salah Atau Tidak Sesuai Artinya dan Semoga Bermanfaat Untuk Kalian Semua :D

5 Contoh Ungkapan dan Artinya

5 Contoh Ungkapan dan Artinya 5 Contoh Ungkapan dan Artinya
5 Contoh Ungkapan dan Artinya

Materi Bahasa dan Sastra Indonesia Contoh
Ungkapan atau idiom adalah kelompok kata untuk menyatakan sesuatu maksud dalam arti kias.
Saya Share Ini Karena Saya Tau Ini Penting Untuk Tugas Sekolah ? 



Contoh:

a. Ungkapan dengan bagian tubuh
1. kecil hati = penakut
2. tebal muka = tidak mempunyai rasa malu
3. hati kecil = maksud yang sebenarnya
4. kecil hati = agak marah; penakut
5. besar hati = a) sombong; b) bangga
6. hati terbuka = senang hati
7. berat hati = kurang suka melakukan
8. lapang hati = sabar
9. tinggi hati = sombong
10. setengah hati = segan-segan
11. berkeras hati = a) menurut kemauannya sendiri; 

b) tidak mau mundur.
12. jatuh hati = menjadi cinta
13. mendua hati = bimbang
14. berhati jantung = berperasaan halis
15. berhati batu = tidak menaruh belas kasihan
16. berhati tungau = penakut

c. Ungkapan dengan kata indra
1. perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
2. uang panas = uang yang tidak halal
3. melihat dengan mata kepala = secara langsung
4. memasang mata = melihat baik-baik
5. membuang mata = melihat-lihat
6. terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
7. mata telinga = kaki tangan
8. mata hati = perasaan dalam hati



d. Ungkapan dengan nama binatang
1) kambing hitam = orang yang disalahkan
2) kuda hitam = pemenang yang tidak diunggulkan

e. Ungkapan dengan bagian-bagian tumbuhan
1) sebatang kara = hidup seorang diri
2) naik daun = mendapat nasib baik

f. Ungkapan dengan kata bilangan
1.  berbadan dua = sedang mengandung
2.  diam seribu bahasa = tidak berkata sepatah kata pun
3.  bersatu padu = bersatu benar-benar
4.  bersatu hati = seiya sekata
6.  tiada duanya = tidak ada bandingannya
7.  telah dua kepalanya = mabuk
8.  mendua hati = ragu-ragu
9.  setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
10. bekerja setengah-setengah = tanggung
11. jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat
    secara adil
12. setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
13. masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari 
    penghasilannya
14. pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
15. kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
16. tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras

Silahkan Di Salin Ke dalam Buku Tugas Kamu dan Berikan Kepada Guru Kamu ^_^.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done